~Sang Penyemangat~
Hatiku begitu menggebu
Setiap kudengar tausiyah suci itu
Rangkai katanya merona hatiku
Alur ritmiknya memerah telingaku
Jiwaku menggebu haru bertalu
Setiap derap pergerakan dihentakkan
Menyentak rasa lengang sanubari
Menggetar senyap keterlenaanku
Wahai geloraku, jangan tenggelamkan
Rasa cintaku pada perjuangan ini
Hanya karena tak bertemu sang guru
Yang selalu mengetuk pintu hatimu
Sematkan dalam ingatanmu,
Pandangan optimis penuh harapan
Seperti menatap indahnya langit biru
Penuh cahaya, menghangatkan hati
Agar kusambut langkah perjuangan itu,
Bersama kalam dan sabda yang tlah terpatri
Buktikan rasa peduli, simbol pemberani
Agar sinarnya terangi persada ini
Jadilah bunga yang harum di persada ini
Yang menebar wangi, pesona alami
Bangkit dan melangkahlah dengan pasti
Peradaban di negeri ini harus tegak berdiri
The Rain
Di tengah gelapnya hujan
Menghambat langkahmu
Engkau terdiam… Larut dalam kebekuan
Jangan pernah engkau menyerah
Jangan pernah engkau merasa sendiri
Karena aku akan ada di sana
Aku adalah bagian dari jiwamu
Tak peduli seberapa jauh ku telah melangkah
Ku kan kembali untukmu
Yakinlah kita akhiri bersama hujan ini
Meski harapan itu sangat kecil
Atau bahkan tak lagi ada dalam logika
Berjalanlah terus walaupun kan terjatuh berulang kali
Mulai langkahmu dari awal
Bangkitlah… Awali hidup baru
Tak peduli seberapa besar ku kehilangan waktu
Ku kan ada untukmu
Karena kita adalah satu
Jangan biarkan langkah kita terhenti oleh hujan ini
Bersama kita mengakhiri hujan
Menuju bias pelangi…
Menuju cahaya terang…
Di ujung harapan
~PENYEMANGAT~
Aku tahu, Tuhan memberikan aku kesempatan hidup hanya satu kaliMaka biarkan aku terus berlari Tuhan, mengelilingi dunia yang kau ciptakan dengan sebegitu menakjubkan.
Aku tahu bahwa waktu akan terus berjalan, tanpa ada toleran untuk melangkah mundur melihat sang masa lalu yang mungin menawan dan mungkin menyakitkan.Maka izinkan aku Tuhan untuk tegak berdiri, menjadi sosok pribadi yang kuat dan tangguh menjalankan perintahMu.
Aku tahu bahwa hidup itu tak selamanya indah, seringkali kegelisahan dan kesedihan tiba-tiba datang merusak kebahagian yang mungkin baru sebentar saja aku merasakan.
Namun izinkan aku untuk tetap percayakan kepada Tuhan, bahwa tak ada yang kebetulan didunia ini. Tanamkan kepada hatiku yang sering kali lemah ini bahwa kebahaagiaan sejati adalah kita kita senantiasa mampu bersyukur atas apa yang terjadi.Aku tahu bahwa tak semua yang kita inginkan didunia ini dapat kita miliki.Namun izinkan aku untuk tetap semangat Tuhan, percaya bahwa apa yang kau tuliskan untukku jauh lebih indah dibandingkan dengan skenario yang aku tuliskan sendiri dibuku kecil dairyku.
~Nyanyian Sumbang~dengarkan itu….
bila kau tak terdengar
coba buka lagi telingamu
Apakah sudah terdengar olehmu ???
Coba buka hatimu
Tengoklah sekeliling
Kau akan tahu
Kau akan mendengarnya
Rintihan anak – anak bangsa
Aku tahu
Suara kehidupanmu
dan suara kehidupan mereka
tak serirama
suara kehidupan mereka sumbang
berbeda dengan suara kehidupanmu
yang begitu harmonis
bila kau tak terdengar
coba buka lagi telingamu
Apakah sudah terdengar olehmu ???
Coba buka hatimu
Tengoklah sekeliling
Kau akan tahu
Kau akan mendengarnya
Rintihan anak – anak bangsa
Aku tahu
Suara kehidupanmu
dan suara kehidupan mereka
tak serirama
suara kehidupan mereka sumbang
berbeda dengan suara kehidupanmu
yang begitu harmonis
~Aku sudah Jenuh~
Jenuh…
Bagaikan dalam sangkar
Terdiam membisu tanpa suara
Dan tak bisa berbuat apa-apa
Robot….
Itulah yang kurasakan
hidup terikat dengan peraturan
ini tak boleh itu tak boleh
Ingin kulari ke hutan
dan teriak sekeras mungkin
Namun kutahu itu tak mungkin
Karena tidak ada hutan di kota ini
Ingin kubunuh tapi siapa
dan kenapa ku harus lakukan itu?
Bagaikan dalam sangkar
Terdiam membisu tanpa suara
Dan tak bisa berbuat apa-apa
Robot….
Itulah yang kurasakan
hidup terikat dengan peraturan
ini tak boleh itu tak boleh
Ingin kulari ke hutan
dan teriak sekeras mungkin
Namun kutahu itu tak mungkin
Karena tidak ada hutan di kota ini
Ingin kubunuh tapi siapa
dan kenapa ku harus lakukan itu?
No comments:
Post a Comment